Home / Headline / Skandal “Koperasi” DPRD Fakfak 3 Milyar Lebih Dibidik Kejaksaan

Skandal “Koperasi” DPRD Fakfak 3 Milyar Lebih Dibidik Kejaksaan

Kepala Kejaksaan enegeri Fakfak, Rilke Jeffry Huwae, SH. MH.
Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Rilke Jeffry Huwae, SH. MH.

Fakfak_ Boleh percaya boleh tidak. Ternyata, baik mantan anggota maupun anggota DPRD Kabupaten Fakfak yang masih aktif, memiliki hutang kepada negara sebesar 3 milyar lebih. Kasus ini mencuat dalam temuan BPK. Wow!

Mendampingi Kajari Fakafk, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Fakfak, Ahmad Bagir, SH. membenarkan bahwa pihaknya telah berkirim surat kepada Sekretaris DPRD Kabupaten Fakfak. Hal ini terkait belum tuntasnya masalah pinjaman atau hutang mantan anggota, bahkan mantan ketua, serta anggota DPRD Kabupaten Fakfak yang masih aktif, kepada negara.

“Mereka masih memiliki pinjaman kepada sekretariat dewan. Dan memang benar, kami memberikan batas waktu 5 Desember 2017 kepada mereka untuk menyelesaikan pinjaman tersebut,” jelas Bagir.

Disinggung apakah hutang tersebut bisa masuk masalah korupsi, Bagir mengiyakan. “Karena yang dipakai adalah uang rakyat, maka bisa masuk kategori korupsi. Baik yang pinjam maupun yang meminjamkan bisa kena,” lanjut Bagir.

Bagir juga membenarkan bahwa ada yang meminjam hingga lebih dari 1 miliar. “Ada mantan pimpinan DPRD yang meminjam 1 milyar lebih. Mantan anggota juga ada. Begitu pula anggota DPRD yang masih aktif. Tapi tidak semua anggota DPRD,”

Kepala Kejaksaan enegeri Fakfak, Rilke Jeffry Huwae, SH. MH. menambahkan, “Apa yang sudah ditetapkan dalam DPA tidak boleh dipergunakan untuk hal lain. Untuk itu, kami akan panggil mantan anggota DPRD periode 2004 – 2009 dan periode 2009 – 2014,”

Kajari meminta keseriusan mantan anggota dan anggota DPRD Kabupaten Fakfak terhadap hal ini, sebab akan berdampak hukum. “Ada yang hutang 1,020 milyar masih dibayar 40 juta. Ini bukan serius. Saya tunggu sampai batas waktu 5 Desember 2017,”

Sekretaris DPRD Kabupaten Uswanas, Jabar Uswanas, belum bisa memberikan penjelasan detail, sebab masalah tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Sekretaris Dewan.

“Memang ada surat, tapi penjelasan detailnya saya belum bisa memberikan, sebab saat masalah ini terjadi, saya belum masuk sini. Sebaiknya ditanyakan ke kejaksaan saja,” kata Sekwan.

Kalangan internal sekretariat dewan ternyata tidak begitu kaget dengan masalah ini. Sebab sejak lama hal itu terjadi. Bahkan infonya, jika pinjaman tak diberikan, malah membuat bendahara pusing. Kini, diperkirakan tiga bendahara lebih pusing dengan masalah ini. Ancaman tipikor tentu tak main-main. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

EP, Kepala Kampung Perwasak

Usai Diperiksa 3 Jam, Kepala Kampung Perwasak Langsung Ditahan

Fakfak_ EP, Kepala Kampung Perwasak, Distrik Fakfak Barat, Kabupaten Fakfak, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Fakfak, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>