Home / Headline / Tim Medis Khitanan Massal Fakfak Temukan Kasus hipospadia

Tim Medis Khitanan Massal Fakfak Temukan Kasus hipospadia

Suasana saat Khitanan Massal 2000 Anak Papua di Fakfak
Suasana saat Khitanan Massal 2000 Anak Papua di Fakfak

Fakfak_ Tim medis RS Nur Hidayah, Bantul, yang melakukan khitanan massal di Masjid Al Munawwarah Fakfak, awal bulan lalu, menemukan 1 kasus hipospadia pada seorang peserta berusia sekitar 7 tahun. Menemui kasus ini, dr. Arrus Ferry, M.P.H., Ketua tim medis menyarankan kepada orang tua untuk melakukan operasi di rumah sakit.

“Kami sarankan segera melakukan operasi, agar fungsi penis kembali normal. Jika tidak dioperasi, kemungkinan tidak bisa punya anak. Sebab, sperma tidak keluar dari jalur yang semestinya,” ujar dr. Arrus. “Mungkin selama ini orang tuanya kurang memperhatikan, jika air kencingnya keluar tidak melaluijalurnya,” lanjutnya.

Anggota tim medis lainnya, Nugroho menjelaskan bahwa, kasus hipospadia ini memang harus dioperasi.

“Operasinya bisa beberapa kali. Operasi pertama dinamakan cordectomi, dan operasi selanjutnya dinamakan uretroplasty,” kata Nugroho.

Hipospadia merupakan kelainan bawaan yang jarang ditemukan, dengan angka kekerapan 1 kasus hipospadia pada setiap 250-400 kelahiran bayi laki-laki hidup.

Dikutip dari bedah-plastik.com, dijelaskan bahwa, Hipospadia sendiri merupakan kelainan bawaan lahir pada anak laki-laki, yang dicirikan dengan letak abnormal lubang kencing tidak di ujung kepala penis seperti layaknya, tetapi berada lebih bawah/lebih pendek. Letak lubang kencing abnormal bermacam-macam; dapat terletak pada kepala penis namun tidak tepat di ujung (hipospadia tipe glanular), pada leher kepala penis (tipe koronal), pada batang penis (tipe penil), pada perbatasan pangkal penis dan kantung kemaluan (tipe penoskrotal), bahkan pada kantung kemaluan (tipe skrotal) atau daerah antara kantung kemaluan dan anus (tipe perineal).

Sebagian besar anak dengan kelainan hipospadia, memiliki bentuk batang penis yang melengkung. Biasanya, di sekitar lubang kencing abnormal tersebut, terbentuk jaringan ikat (fibrosis) yang bersifat menarik dan mengerutkan kulit sekitarnya. Jika dilihat dari samping, penis tampak melengkung seperti kipas (chordee, bahasa Latin); secara spesifik jaringan parut di sekitar muara saluran kencing kemudian disebut chordee. Tidak setiap hipospadia memiliki chordee. Seringkali anak laki-laki dengan hipospadia juga memiliki kelainan berupa testis yang belum turun sampai ke kantung kemaluannya (undescended testis). (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Orang tua peserta harus sabar antri untuk daftar ulang khitanan massal

Sekkab Membuka Khitanan Massal 2.000 Anak Papua

Fakfak_ Sekretaris Kabupaten Fakfak, H. Nasrun P Elake, Sabtu pagi (02/9) membuka pelaksanaan Khitanan Massal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>