Home / Headline / Seribuan Orang Ikuti Pawai Akbar Tahun Baru Islam

Seribuan Orang Ikuti Pawai Akbar Tahun Baru Islam

Pawai khataman al Qur’an dari MAN Fakfak dan peserta pawai akbar nampak dikejauhan
Pawai khataman al Qur’an dari MAN Fakfak dan peserta pawai akbar nampak dikejauhan

Fakfak_ Seribu lebih orang, diperkirakan mengikuti pawai akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1439 Hijriyah yang diselenggarakan PHBI Kabupaten Fakfak, Kamis (21/9) kemarin.

Pawai yang dilaksanakan di Jl. Dr. Salasa Namudat atau yang dikenal dengan sebutan Jalan Baru itu, mengular hampir 1 km. Utusan sekolah dan organisasi di Fakfak berbaris rapi menempuh jarak sekitar 5 km dari Jalan Baru dan berakhir di halaman Masjid Agung Baitul makmur, Fakfak.

Sekretaris Kabupaten Fakfak, Drs. H. Nasrun P Elake, dalam sambutan pembukaannya mengingatkan kita, agar moment tahun bari 1 Muharam ini dijadikan moment untuk berubah menjadi lebih baik.

“Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 Hijriyah ini, adalah saat yang baik untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik,” ujar Nasrun.

Sebenarnya, dalam sehari kemarin, ada dua pawai yang melewati rute yang sama. Pawai pertama adalah pawai dari Madrasah Aliyah Negeri Fakfak, yang mengarak peserta khataman al qur’an. Dan dibelakangnya, adalah peserta pawai yang dikoordinir oleh PHBI.

Pawai Akbar ini semakin meriah, lantaran ada undian doorprize. Puluhan hadiah dari pendukung kegiatan ini, diundi di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, setelah sebelumnya dilakukan dzikir bersama dan tausiyah tahun baru oleh Ustadz Drs. H. Jumroni, MM.

Sayangnya, kebiasaan memiliki banyak kupon undian masih terjadi. Sehingga, satu orang bisa memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan doorprize.

Dikutip dari muslim.or.id, sebelum penanggalan hijriyah ditetapkan, masyarakat Arab dahulu menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan tahun. Tahun renovasi Ka’bah misalnya, karena pada tahun tersebut, Ka’bah direnovasi ulang akibat banjir. Tahun fijar, karena saat itu terjadi perang fijar. Tahun fiil (gajah), karena saat itu terjadi penyerbuan Ka’bah oleh pasukan bergajah.

Oleh karena itu, kita mengenal tahun kelahiran Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dengan istilah tahun fiil atau tahun gajah.

Untuk acuan bulan, mereka menggunakan sistem bulan qomariyah (penetapan awal bulan berdasarkan fase-fase bulan)

Sistem penanggalan seperti ini berlanjut sampai ke masa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dan khalifah Abu Bakr Ash-Sidiq radhiyallahu’anhu. Barulah di masa khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu’anhu, ditetapkan kalender hijriyah yang menjadi pedoman penanggalan bagi kaum muslimin.

Penetapan kalender hijriyah ini, bermula dari surat-surat tak bertanggal, yang diterima Abu Musa Al-Asy-‘Ari radhiyahullahu’anhu, sebagai gubernur Basrah kala itu, dari Khalifah Umar bin Khatab. Abu Musa mengeluhkan surat-surat tersebut kepada Khalifah melalui sepucuk surat, “Telah sampai kepada kami surat-surat dari Amirul Mukminin, namun kami tidak tahu apa yang harus kami perbuat terhadap surat-surat itu. Kami telah membaca salah satu surat yang dikirim di Bulan Sya’ban. Kami tidak tahu apakah Sya’ban tahun ini ataukah tahun kemarin.”

Karena kejadian inilah, kemudian Umar bin Khatab mengajak para sahabat untuk bermusyawarah, menentukan kalender yang nantinya menjadi acuan penanggalan bagi kaum muslimin. Dari berbagai usulan, akhirnya usulan dari Ali bin Abi Thalib, yang mengusulkan agar memulai tahun dihitung sejak tahun hijrahnya Nabi shallallahu’alaihiwasalam ke Kota Madinah, diterima hingga saat ini. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Bachtiar, kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, menyerahkan Al Qur’an akbar kepada Imam Masjid Baitul Makmur

Masjid Agung Baitul Makmur Terima Al Qur’an Akbar

Fakfak_ Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, H. Bachtiar, S.Pd.I. M.Pd., pada Rabu (8/11) lalu, menyerahkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>