Home / Headline / Ketua PN, “Informasinya, Pil PCC sudah masuk Fakfak.”

Ketua PN, “Informasinya, Pil PCC sudah masuk Fakfak.”

Ketua Pengadilan Negeri Fakfak, Heru Hanindyo, SH. SE. MH. LLM. sesaat usai menyerahkan urine untuk diperiksa (foto: dok admin)
Ketua Pengadilan Negeri Fakfak, Heru Hanindyo, SH. SE. MH. LLM. sesaat usai menyerahkan urine untuk diperiksa (foto: dok admin)

Fakfak_ Ketua Pengadilan Negeri Fakfak, Heru Hanindyo, SH. SE. MH. LLM. menyampaikan bahwa, menurut informasi, pil PCC yang sedang viral saat ini, sudah masuk Fakfak. Hal ini disampaikan Heru, ketika ada pemeriksaan urine di Pengadilan Negeri Fakfak, Rabu (27/9).

“Informasinya pil PCC sudah masuk Fakfak. Dan terkait hal ini, kami juga akan menjelaskan mengenai pil ini,” ujar Heru.

Mengenai pemeriksaan urine bagi 33 orang staf PN Fakfak, Heru menjelaskan, pemeriksaan narkoba bagi seluruh aparatur pengadilan, merupakan perintah dari Dirjen Peradilan Umum, Mahkamah Agung Republik Indonesia.

“Saya menginginkan agar seluruh staf sehat. Bukan hanya berkemampuan teknis dan administratif saja, tapi harus bebas narkoba. Penegak hukum harus berani bersih dari narkoba dan mengajak perangi narkoba,” lanjut mantan Wakil Ketua PN Tahuna, Sulawesi Utara itu.

Untuk itulah, pria asal Jakarta itu meminta seluruh pegawai PN Fakfak, dari hakim hingga honorer untuk tidak absen, guna menjalani pemeriksaan urine yang dilakukan oleh petugas RSUD fakfak dan diawasi oleh Sat Narkoba Polres Fakfak tersebut.

Sayangnya, BNN Provinsi Papua Barat ternyata berhalangan hadir. Meski demikian, pemeriksaan atau tes urine tersebut diakui Heru, telah sesuai standart BNN.

Heru mengungkapkan, jika nantinya terdapat pegawai yang terindikasi menggunakan narkoba, maka bisa diberikan sanksi administratif hingga proses huikum.

“Sanksi terenda adalah sanksi administratif, bahkan bisa sampai proses hukum. Ketua MA sudah menyampaikan,  tidak ada ruang bagi aparatur yang terjerat narkoba dan tidak ada pembelaan,” terang Heru.

Mengutip dari detik.news dan situs Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI, Heru Hanindyo, SH. SE. MH. LLM., sebelum dilantik Ketua PN Tahuna, Yusuf Pramono, pada 25 Maret 2014 sebagai Wakil Ketua PN Tahuna, bertugas sebagai hakim di PN Kalianda, Lampung.

Perlu diketahui, menurut situs sehatalamiku.com, pil PCC adalah campuran obat yang terdiri dari paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. PCC bekerja dengan menghambat sinyal rasa nyeri dari tulang belakang dan otak.

Campuran paracetamol dan caffeine sudah banyak diketahui dan banyak ditemui di pasaran untuk mengatasi rasa nyeri. Adapun carisoprodol adalah muscle relaxant yang dipakai untuk mengatasi rasa tidak nyaman karena nyeri akut muskuloskeletal pada orang dewasa. Yang perlu diperhatikan, obat ini tidak dapat dipakai dalam jangka waktu panjang. Biasanya dokter paling lama menyarankan 2-3 minggu pemakaian.

Pil PCC tergolong obat keras yang tidak bisa diperjualbelikan secara bebas. Untuk mendapatkannya, anda perlu izin melalui resep dokter.

Adapaun  efek samping penggunaan Pil PCC yang tidak tepat, antara lain; pertama, efek sedatif atau  menenangkan yang kuat, sehingga bisa membahayakan aktivitas yang memerlukan konsentrasi seperti saat mengemudikan kendaraan. Efek sedatif pada carisoprodol yang ada pada pil PCC ini dapat membuat anda ketagihan. Itulah sebabnya obat ini harus berada di bawah pengawasan dokter.

Kedua, overdosis. Carisoprodol banyak disalahgunakan untuk penyalahgunaan obat, kejahatan, dan lainnya. Penyalahgunaan carisoprodol menyebabkan risiko overdosis yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan hingga kematian. Gangguan kesehatan akibat overdosis Carisoprodol antara lain, hipotensi, kejang, halusinasi, gangguan kesadaran atau koma, depresi nafas dan sistem saraf pusat

Terkait dengan kasus kematian akibat pil PCC, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan bahwa, rata-rata korban mengkonsumsi pil PCC yang sudah dicampur dengan miras oplosan. Padahal dari segi medis, pasien yang mengonsumsi pil PCC, dilarang untuk minum minuman beralkohol maupun konsumsi obat penekan sistem saraf pusat lainnya, karena akan meningkatkan risiko efek samping pil PCC hingga kematian. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Kepala Kejaksaan enegeri Fakfak, Rilke Jeffry Huwae, SH. MH.

Skandal “Koperasi” DPRD Fakfak 3 Milyar Lebih Dibidik Kejaksaan

Fakfak_ Boleh percaya boleh tidak. Ternyata, baik mantan anggota maupun anggota DPRD Kabupaten Fakfak yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>