Home / Headline / Pasca Upacara Tujuhbelasan, Belasan Orang Tumbang

Pasca Upacara Tujuhbelasan, Belasan Orang Tumbang

Drama kolosal sejarah Operasi Trikora dimainkan di penghujung upacara bendera HUT RI ke 72
Drama kolosal sejarah Operasi Trikora dimainkan di penghujung upacara bendera HUT RI ke 72

Fakfak_ Belasan orang bergelimpangan di Stadion 16 November Fakfak, Kamis (17/8) kemarin. Belasan orang tersebut jatuh tersungkur, bahkan ada yang langsung mati, ketika terjadi “tawuran” dengan beberapa “orang asing” bersenjata api. Pertempuran senjata api yang dilawan dengan bambu runcing ini, menjadi pertempuran tak seimbang dan berakhir tragis bagi anak negeri. Tak berselang lama, petugas kesehatan datang dan mengevakuasi korban.

Itulah secuil kisah heroik yang menceritakan secara singkat, terjadinya perang dalam operasi Trikora atau Tri (tiga) Komando Rakyat, yang dikomkandokan oleh Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961, di Alun-alun Jogjakarta. Soekarno juga menunjuk Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando mandala, yang bertugas untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer, untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Drama kolosal yang melibatkan berbagai unsur, salah satunya adalah anggota ojek pangkalan Kodim 1706/Fakfak ini, menyedot perhatian ratusan peserta upacara HUT Republik Indonesia ke 72.

Selain drama kolosal, gerak langkah dari pasukan pengibar Bendera Merah Putih juga menjadi perhatian peserta dan udangan. Apalagi, hampir seluruh seragam mereka kotor bernoda lumpur, lantaran lapangan becek oleh air hujan, yang turun beberapa hari terakhir ini. Meski kotor, Paskibra tetap melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Baru kali ini saya melihat seragam Paskibra kotor. Kasihan memang. Tapi mereka tetap melaksanakan tugas hingga tuntas. Saya tadi melihat mereka terharu, bahkan ada yang menangis, begitu selesai bertugas. Mereka berpelukan dengan orang tua yang hadir, juga dengan instruktur,” kata Atus, wartawan media online Berita5.

Pada upacara kali ini, Bupati Fakfak, Drs. Mohamad Uswanas, M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara.

“Mari kita membangun negeri, meneruskan perjuangan para pahlawan, agar bangsa kita menjadi bangsa yang besar,” ujar Bupati.

Usai upacara bendera, Bupati didampingi Forkopimda selanjutnya melakukan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan “Tunas Onim”.

Berikutnya, rombongan menghadiri pesta rakyat di area reklamasi di Jalan Dr. Salasa namudat. Di lokasi yang berseberangan dengan lokasi wisata pantai Fakfak ini, Bupati dan rombongan melihat dari dekat, pelaksanaan tradisi bakar batu, berbagai atraksi tari serta lomba panjat pinang. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Bupati melantik Kepala Kampung Tanama

Bupati Lantik 5 Kepala Kampung

Fakfak_ 5 kampung, yakni Kampung Tanama, Kapartutin, Sekban dan Sekru Distrik Fakfak, serta Kampung Sekru ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>