Home / Headline / Program Tangguh Technician Apprentice Masih Terbuka Untuk 100 Peserta Lagi

Program Tangguh Technician Apprentice Masih Terbuka Untuk 100 Peserta Lagi

Exl sedang menjelaskan fungsi peralatan didampingi Dika Yuana, Skill Center Interface Manager BP
Exl sedang menjelaskan fungsi peralatan didampingi Dika Yuana, Skill Center Interface Manager BP

Jakarta_ Program Tangguh Technician Apprentice yang digagas BP, dalam waktu dua tahun mendatang, masih akan merekrut 100 putra putri terbaik Papua. 50 peserta magang akan direkrut tahun 2017 ini, dan akan mulai pendidikan pada awal 2018. Sedangkan 50 peserta lagi, akan direkrut pada 2018 dan memulai pendidikannya pada 2019. Sehingga, 180 anak-anak Papua memiliki kesempatan emas mengikuti program ini.

“Total hasil pendidikan disini akan meluluskan 180 tenaga tehnisi dan keahlian yang dibutuhkan BP. Hingga saat ini, baru 80 peserta, sehingga masih akan dibuka kesempatan bagi 100 peserta lagi, yang dibagi dalam dua tahun kedepan,” jelas Dika Yuana, Skill Center Interface Manager BP.

Seleksi saat rekrutmen pada program ini memang tergolong sulit. Hal ini disadari oleh BP dan pihak Petrotekno yang mendidik mereka.

“Awalnya, tentu banyak kekurangan yang harus dibenahi. Rata-rata mereka lemah dalam ilmu matematika, IPA dan bahasa inggris. Sehingga sekadar untuk memperkenalkan diri saja, mereka kesulitan. Namun, setahun disini mereka sudah berubah. Yang angkatan 17, baru masuk Bulan Pebruari lalu, tetapi perubahan sudah terlihat. Mereka memiliki semangat yang baik,” kata Hendra Pribadi, Managing Director Petrotekno.

Saat mengunjungi kelas-kelas, keterampilan berbahasa Inggris sudah terlihat cukup baik, meski baru tiga bulan mereka belajar di Ciloto ini. Masing-masing mengenalkan diri, beserta asal daerah asal sekolah dalam bahasa Inggris. Bahkan, bahasa pengantar dalam belajar adalah bahasa Inggris.

“Kami memang menekankan pada bahasa Inggris. Sebab mereka harus menguasai teknik dan peralatan yang berbahasa inggris,” tambah Hendra.

Jika tidak macet, pusat pendidikan migas yang berada di kawasan wisata puncak ini, bisa ditempuh sekitar dua jam dari Jakarta. Namun, saat kembali ke Jakarta, rombongan terhambat macet sehingga sampai di Jakarta menjelang malam. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Puluhan anak MI Asy Syafi’iyah Fakfak menggelar aksi peduli Rohingya

Tak Mau Ketinggalan, Murid SD Gelar Aksi Peduli Rohingya

Fakfak_ Tak mau ketinggalan dari seniornya, baik tingkat SMA ataupun mahasiswa, kali ini giliran murid ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>