Home / Headline / Mandi Shafar Terseret Perkembangan

Mandi Shafar Terseret Perkembangan

Awas, lengah bisa basah!
Awas, lengah bisa basah!

Fakfak_ Budaya mandi shafar yang diperingati setiap tahun oleh masyarakat Fakfak, kini sedikit mengalami perubahan. Biasanya, mandi shafar  dilangsungkan di sepanjang Jl. Salasa Namudat atau Jalan Baru. Prakteknya, masyarakat yang berada di sepanjang Jalan Baru, “memandikan” siapapun yang ada di lokasi tersebut, termasuk pengguna jalan yang sedang lewat.

Aksi siram serampangan ini, menyasar siapapun yang melewati jalan di area reklamasi tersebut. Dan, meski terkena guyuran atau siraman air, mereka tak marah.

Kini, meski masih berlokasi di Jalan Baru, lokasi siram menyiram bukan hanya bergeser ke tempat wisata yang berada di jalan itu dan bukan di pinggir jalan, budaya mandi shafar juga bergeser menjadi mandi bersama di lokasi wisata tersebut.

Rabu (23/11) sore, ratusan orang memadati lokasi wisata Jalan Baru. Tujuannya tunggal, yakni memperingati budaya mandi shafar. Hanya saja, mereka mandi di laut yang telah dilengkapi dengan tangga-tangga. Kebiasaan siram menyiram, sudah bergeser menjadi mandi bersama.

Nadina, salah satu pengunjung asal Jl. Wayati, mengaku senang dengan kebiasaan ini. Menurutnya, berkumpulnya masyarakat Fakfak, merupakan ajang silaturohim, sekaligus peluang bisnis.

“Kalau dulu kan belum ada lokasi wisata ini. Jadi hanya sekadar siram menyiram saja. Kini, kami bisa mandi sebenarnya. Selain itu, budaya ini menguntungkan pedagang. Biasanya, mereka membuka lapaknya hanya pada Sabtu dan Minggu saja, tetapi hari ini pedagang bisa mencari rejeki,” ujar Nadina.

Pendapat lain, diutarakan Efendi. Tukang ojek yang biasa mangkal di depan Toko Cendrawasih ini mengharapkan, pemerintah daerah menjadikan budaya mandi shafar ini sebagai agenda tahunan yang layak dijual.

“Tentu saja harus dikemas dengan baik. Pasti bisa meningkatkan minat wisatawan,” ujar Efendi singkat.

Boleh jadi, jika dikemas secara serius, pendapat Efendi akan menjadi kenyataan. Selain itu, saat ini publikasi potensi wisata di Fakfak, masih terlalu minim. Perlu orang yang mengerti dunia pariwisata, untuk menangani masalah ini. Tentu, juga harus ada dukungan anggaran yang memadai. (wah)

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

KRT Drs. Mohammad Uswanas Dipuro, M.Si. memberikan sambutan usai pengukuhan

Ikasuwara Fakfak Kukuhkan KRT Mohammad Uswanas Dipuro Sebagai Sesepuh Warga Jawa

Fakfak_ Ikasuwara atau Ikatan Keluarga Sunda Jawa dan Madura di Kabupaten Fakfak, mengukuhkan Bupati Fakfak, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>