Home / Headline / Gebrak Meja Warnai Permulaan Sidang Paripurna DPRD

Gebrak Meja Warnai Permulaan Sidang Paripurna DPRD

Wilhelmina Woy, Sekretaris Fraksi Kebangkitan Demokrasi DPRD Kabupaten Fakfak
Wilhelmina Woy, Sekretaris Fraksi Kebangkitan Demokrasi DPRD Kabupaten Fakfak

Fakfak_ DPRD Kabupaten Fakfak, Kamis (27/10) pagi, memulai Sidang Paripurna Masa Sidang Ketiga Tahun 2016, dengan agenda membahas 4 Raperda, antara lain Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016, Raperda Bangunan Gedung, Raperda Pembentukan Susunan dan Perangkat Daerah Kabupaten Fakfak, dan  Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Fakfak Tentang Pembinaan Pengawasan dan Pengendalian Komoditi Pala Fakfak.

Mulanya, pembukaan sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Siti Rahma Hegemur, ST. dan dihadiri oleh Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si. ini, berjalan lancar sampai akhir, hingga ditutup kembali oleh Ketua DPRD.

Namun sekitar sejam berikutnya, Ketua dan Sekretaris Fraksi Kebangkitan Demokrasi, yakni Safi Yarkuran serta Wilhelmina Woy, tiba tiba keluar dari ruangan yang sebelumnya digunakan sebagai ruangan loby antara legislatif dan eksekutif. Padahal, saat itu hadir pula Wakil Bupati beserta jajaran SKPD terkait dan staf ahli.

Safi Yarkuran menggebrak meja dan membanting bunga hiasan. Nampak sekali Safi sangat kecewa. Sedangkan Wilhelmina meluapkan kekecewaannya sembari duduk.

Kepada media, Wilhelmina Woy, politisi asal PDI Perjuangan ini menuturkan bahwa fraksinya menolak upaya eksekutif serta rekan-rekan anggota DPRD lainnya, yang berupaya keras memasukkan satu Raperda lagi, yakni Raperda Tata Ruang.

“Sudah jelas bahwa sidang paripurna ini hanya membahas 4 Raperda, tapi ini masih dipaksakan untuk membahas satu Raperda lagi, yakni Raperda Tata Ruang. Maunya, Raperda ini dijadikan satu pembahasan dengan Raperda Bangunan Gedung. Ini ada apa? Ada maksud apa?” ucap Wilhelmina bertanya.

Menurut Wilhelmina, untuk bisa membahas Raperda Tata Ruang, seharusnya dibahas dengan masyarakat dulu. Sebab sangat berkaitan dengan masyarakat.

“Contoh, masyarakat akan marah dan kecewa, jika tahu-tahu rumah mereka harus digusur, karena letaknya berdekatan dengan jalan. Hal ini akan berbenturan antara masyarakat dengan peraturan. Seharusnya, Raperda Tata Ruang dibahas dulu baru Raperda Bangunan Gedung,” kata Wilhelmina.

Safi Yarkuran tetap kukuh pada keputusannya, menolak menambah bahan bahasan, meski tahu bahwa suara fraksinya akan kalah.

“Yang penting masyarakat tahu, bahwa kami tidak menyetujui hal itu. Kami tahu, kami akan kalah suara. Tetapi keputusan kami akan menegaskan sikap politik kami dalam membela kepentingan masyarakat. Kami tahu aturan,” tegas Safi. “Kami akan nyatakan pendapat kami dalam agenda pendapat fraksi nanti,” imbuhnya.

Perlu diketahui, dengan 3 orang anggota dewan dalam Fraksi Kebangkitan Demokrasi, maka suara mereka kalah bunyi jika melawan 4 fraksi lainnya, dengan 17 suara. Bisa diprediksi, Raperda Tata Ruang bakal lolos dengan mulus. (wah)

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

FFK_3

PENGUMUMAN DCT ANGGOTA DPRD DALAM PEMILU 2019 DAPIL FAKFAK 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>