Home / Headline / Dikatakan Ibarat Anak Tiri, Anggaran Dispora Fakfak Masih Tertinggi

Dikatakan Ibarat Anak Tiri, Anggaran Dispora Fakfak Masih Tertinggi

Suasana Rakornis Bidang Pemuda Dan Olahraga Provinsi Papua Barat di Fakfak
Suasana Rakornis Bidang Pemuda Dan Olahraga Provinsi Papua Barat di Fakfak

Fakfak_ Pada Rapat Koordinasi Teknis yang diselenggarakan Bidang Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat, menyeruak anggapan, bidang pemuda dan olahraga ibarat anak tiri di induk SKPD di kabupaten/kota se-Papua Barat. Pasalnya, Perencanaan dan Penganggaran bidang ini, setiap tahun dipangkas. Tak jarang, para pegawai di bidang ini harus bersitegang dengan pimpinan dan rekan mereka di bagian program.

Data 4 kabupaten yang berhasil dihimpun saat penyelenggaraan Rakornis Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat di Fakfak, 30 Maret – 1 April 2016 lalu, menunjukan kecilnya dana yang dianggarkan.

Kabupaten Fakfak, merupakan daerah dengan dana untuk bidang pemuda dan olahraga yang paling besar, dibanding Kabupaten Sorong, Kaimana dan Tambrauw.

Kabupaten Fakfak dengan anggaran 3 milyar, dialokasikan untuk program PPLD, kompetisi (LPI dan 5 cabang olahraga), sertifikasi pelatih, Paskibraka dan Pendidikan Luar Sekolah. Kabupaten Sorong dengan anggaran terbesar kedua sebesar 700 juta, mengkhususkan pada kegiatan Paskibraka. Sedangkan Kabupaten Kaimana dan Tambrauw, memberikan anggaran sebesar 500 juta.

Hermanto Hubrouw, Kepala Bidang Pemuda Olahraga dan Pendidikan Luar Sekolah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Fakfak, menjelaskan, setelah bertahun-tahun alokasi anggaran untuk bidang ini dibawah angka 1 milyar rupiah, di tahun 2016 ini, kerja kerasnya berhasil meyakinkan pejabat atasannya, sehingga memperoleh anggaran kurang lebih Rp 3 milyar rupiah.

“Saya harus dengan cara ngotot, barulah bisa dipenuhi anggaran untuk program-program yang kami usulkan,” jelas Hubrouw.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Dr. Drs. Yoseph Salosa, M.Si, menyampaikan hanya memperoleh Rp 700 juta untuk satu program yang disetujui, yaitu Pembiayaan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 17 Agustus. Sedangkan program lain tidak dianggarankan.

Sedangkan di Kabupaten Kaimana, terdapat sejumlah Rp 500 juta untuk membiayai empat program di Bidang Pemuda dan Olahraga, yaitu Pentas Seni Tradisional, Hari Pendidikan Nasional, Hari Olahraga Nasional dan Dana Pengirimana Paskibra ke luar daerah. Sedangkan Pembiayaan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 17 Agustus 2016 di Kaimana sendiri, ditangani langsung oleh Sekretariat Daerah, sehingga anggarannya tidak dimasukan dalam DPA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana.

Senasib dengan Kabupaten Kaimana, di Kabupaten Tambrauw pun, Bidang Pemuda dan Olahraga hanya memperoleh 500 juta rupiah untuk Tahun Anggaran 2016. Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tambrauw, Paiman, S.Pd, menjelaskan separuh anggaran ini, Rp 250 juta, digunakan untuk membiayai Liga Pendidikan Indonesia (LPI), dan separuh lagi untuk empat program lainnya.

“Jelas saja jumlah ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Minimnya alokasi anggaran untuk Bidang Pemuda dan Olahraga berakibat banyak program yang batal diikuti oleh para pelajar khususnya. Akibatnya, bermunculan ide untuk memisahkan Bidang Pemuda dan Olahraga dari SKPD induk, sehingga menjadi SKPD tersendiri.

Tahir Muri, Kepala Seksi Kepemudaan di Bidang Pemuda dan Olahraga pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, menjelaskan sudah dua tahun ini mengusulkan pemisahan Bidang Pemuda dan Olahraga menjadi SKPD tersendiri. Usul disampaikan kepada Bupati Fakfak.

“Motivasi berprestasi hanya ada pada para pelajar kita di SLTP dan SLTA, pasca sekolah, para pemuda ini sudah berpikir bagaimana hidup mereka di masa depan, sehingga bermaksud meneruskan belajarnya ke perguruan tinggi demi kerja nanti, mereka tidak lagi mengutamakan prestasi semata-mata,” jelas Muri.

Dengan demikian, alokasi anggaran yang maksimal, hanya dapat dilakukan jika bidang Pemuda dan Olahraga menjadi SKPD sendiri.

Betwel Yekwan, Kepala Seksi Pengembangan Pemuda di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, menyampaikan akan segera menemui Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, SE.,M.Si, untuk mengusulkan pemisahan Bidang Pemuda dan Olahraga menjadi SKPD tersendiri. Sebelumnya, pada November 2015 lalu, staf lengkap Bidang Pemuda dan Olahraga pernah menemui Sekretaris Daerah Kab. Tambrauw, Engelbertus Kocu, S.Hut, untuk membahas maksud ini, sehingga Sekda Kocu menganjurkan agar berbicara langsung dengan Bupati Tambrauw.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua Barat, Istiyono, S.Sos.,S.Pd.,M.Pd, berharap, 10 Bupati di wilayah Papua Barat memperhatikan maksud baik staf mereka di Bidang Pemuda dan Olahraga.

“Pemuda dan Olahraga memiliki kementerian sendiri di tingkat nasional, sehingga di daerah dapat membentuk SKPD sendiri pula,” jelas Istiyono. Menurut Istiyono, dengan membentuk SKPD sendiri, banyak potensi pemuda, khususnya pelajar SLTP dan SLTA, dapat berprestasi maksimal.

Namun demikian, Istiyono, menganjurkan peningkatan kemampuan pejabat di bidang Pemuda dan Olahraga untuk melobby pejabat atasannya dalam rangka meloloskan usulan program dan anggaran yang dirancang.

Terdapat tiga daerah yang telah memiliki SKPD sendiri untuk bidang Pemuda dan Olahraga, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Raja Ampat. Sedang di 10 Kabupaten lainnya, Bidang Pemuda dan Olahraga masih ditempatkan dibawah Dinas Pendidikan atau Dinas Pariwisata. Sebagai contoh, di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw, nomenkaltur SKPD bernama Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, atau di Fakfak, disebut Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Suasana Kopi Morning & Bincang - bincang Milenial di Kampus Polinef

Bincang Milenial Dandim 1803/Fakfak Dengan Mahasiswa Fakfak

INFOFAKFAK.COM, PARIWARI_ Komandan Kodim 1803 Fakfak, Papua Barat, Letnan Kolonel Inf. Yatiman, A.Md., menginisiasi dialog ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>