Home / Headline / Seminggu Lebih, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Saridi

Seminggu Lebih, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Saridi

Kabag Ops Polres Fakfak, AKP. Kristian Sawaki. (insert) kondisi kaki Saridi
Kabag Ops Polres Fakfak, AKP. Kristian Sawaki. (insert) kondisi kaki Saridi

Kota_ Kepala Bagian Operasional Polres Fakfak, AKP. Kristian Sawaki, belum memastikan penyebab kematian salah seorang tokoh masyarakat Distrik Bomberay, Saridi. Menurut Sawaki, pihaknya belum memperoleh penjelasan pasti dari pihak dokter, apakah Saridi meninggal karena pembunuhan, ataukah karena kecelakaan lalu lintas.

“Coba cari informasi ke dokter, apa penyebab kematiannya. Sebab kami belum tahu juga,” jelas Sawaki.

Saridi yang hilang selama tiga hari sejak Senin 11 Mei lalu, ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan pada Kamis, 14 Mei 2015, dalam posisi tertindih motornya.

Kepala KUA Distrik Bomberay, Ruslan La Puasa, yang terlibat pencarian Saridi dan menemukan Saridi saat itu, menjelaskan bahwa posisi jasad Saridi tertindih motornya.

“Saat kami temukan, kondisinya sudah mengeluarkan bau. Semula dikira bau bangkai ular. Kalau dari jalan memang tidak nampak adanya jenazah manusia, sebab tertutupi oleh rerimbunan. Ada tiga bagian tubuhnya yang hilang, yakni bagian tangan kanan dan kiri sebatas pergelangannya, serta pergelangan kaki kiri. Juga ada bekas terbakar di atas kaki yang putus itu,” jelas Ruslan.

Ruslan tidak bisa memastikan penyebab kematian pawang reog tersebut, namun secara pribadi Ruslan berpendapat bahwa, kematian Saridi menimbulkan banyak tanda tanya, dan berujung keraguan jika kematiannya dianggap kecelakaan.

“Secara pribadi saya meragukan jika dikatakan akibat kecelakaan. Putusnya anggota tubuh, apalagi sampai tiga organ, sangat berbeda antara akibat kecelakaan, dimangsa binatang atau karena akibat kesengajaan. Saya bisa melihat cukup jelas, karena saya yang memegangi senter saat dokter memeriksanya,” tambah Ruslan.

Mantan Ketua Paguyuban Arema Kabupaten Fakfak, Sholikin, yang menghubungi media ini menjelaskan bahwa, sebelum kepindahan dirinya ke Malang, Saridi sempat mengutarakan niatnya untuk membongkar kasus dana pertanian.

“Semoga informasi ini ada gunanya. Pak Saridi orangnya memang agak vokal. Selain itu, Pak Saridi kan juga akan dilantik sebagai kepala kampung,” kata Sholikin.

Masyarakat sangat berharap, agar polisi segera bisa mengungkap misteri kematian Saridi. Apakah murni karena kecelakaan, atau karena sebab lain. (wah)

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Kajari Fakfak, Rilke Jeffri Huwae, SH.

Kejaksaan Segera Terbitkan DPO Kasus Susu Fiktif Dinas Kesehatan

Fakfak_ Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Rilke Jefri Huwae, SH., Kamis (29/10) siang tadi, telah menandatangani ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>