Home / Headline / Upaya Maksimal Dokter dan Keluarga, Kandas Di Tangan Pilot

Upaya Maksimal Dokter dan Keluarga, Kandas Di Tangan Pilot

Dokter periksa kondisi bayi
Dokter periksa kondisi bayi

Fakfak_ Upaya maksimal tim dokter RSUD Fakfak dan keluarga bayi kembar siam dempet perut, untuk merujuk bayi tersebut ke RS Dr. Soetomo Surabaya, kandas di tangan pilot Wings Air. Pilot maskapai tersebut, menolak membawa bayi tersebut, dengan alasan tidak berani menanggung resiko. Padahal, keluarga bayi telah menandatangani pernyataan terkait resiko terbang dimaksud.

 

Gagal terbangnya Hasan Husein, putra Ahmad Maswain dan Ida Royani ini, disampaikan oleh salah satu kru maskapai, beberapa menit sebelum pesawat take off.

 

Tentu saja, pembatalan ini mendapat protes dari tim dokter dan keluarga bayi. Sebab, segala persyaratan telah mereka penuhi. Bahkan, Direktur RSUD Fakfak mengikutkan 2 dokter ahli anak dan 1 dokter umum serta 2 perawat, untuk mengawal perjalanan panjang itu.

 

Negosiasi Direktur RSUD Fakfak kepada Manager Wings Air Fakfak, tidak membuahkan hasil. Pihak Wings Air berdalih, bahwa keputusan di tangan pilot.

 

“Kami kecewa sekali, sebab segala persyaratan telah kami penuhi. Kalau alasan resiko, keluarga sudah mengerti resikonya dan telah membuat surat pernyataan. Kalau memang tidak boleh membawa tabung oksigen dan inkubator, kami juga siap menggedong bayinya. Kami kecewa, sebab ini termasuk kasus emergency, sebab tidak bisa ditangani di Fakfak. Harus dirujuk ke Surabaya,” ujar Direktur RSUD Fakfak, dr. Maulana Patiran.

 

Dokter Ricard, dokter ahli anak yang selama ini merawat Hasan dan Husein, menjelaskan bahwa pihak RS Dr. Soetomo Surabaya bahkan sudah membentuk tim yang akan menangani kasus ini.

 

“Kami akan meminta reschedule, agar bisa merujuk kembali,” kata dr. Ricard.

 

Suasana VIP room Bandara Torea langsung lesu, mengetahui Hasan Husein belum bisa diberangkatkan. Ini merupakan kegagalan kali kedua. Kali pertama, bayi kembar siam tersebut tidak bisa dirujuk, lantaran kondisi salah satu bayi memburuk.

 

Pesawat Wings Air yang telah siap-siap dipacu, dan sudah bersiap di ujung landasan, akhirnya harus kembali ke appron, lantaran barang-barang milik dokter dan keluarga bayi, belum dikeluarkan dari bagasi pesawat.

 

Rencananya, tim dokter akan menempuh alternatif lain. Jika melalui udara terkendala, kemungkinan bayi kembar itu akan diberangkatkan melalui kapal laut. Hanya saja, perjalanan laut ini juga bukan perjalanan yang ringan. Selain waktu tempuhnya hingga seminggu, resiko lingkungan juga berpengaruh cukup besar. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

dr. Maulana Patiran, Direktur RSUD Fakfak

Kondisi Memburuk, Bayi Dempet Perut Batal Dirujuk

Fakfak_ Kondisi Hasan Husein, bayi kembar yang dempet pada bagian perutnya, batal dirijuk ke RS ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>